Biblical Foundation
Theological Structure
Philosophical tools
Cultural Fields

Selamat Datang dan Bersekutu

Kami menyambut kehadiran bapak/ibu/sdr/sdri dengan sukacita di dalam damai sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus. Wadah ini bermula dari kerinduan menjembatani kekayaan pemikiran Kristen seperti yang nampak dalam sejarah gereja Barat dengan pergumulan gereja dan orang Kristen Indonesia di manapun berada. Dan inilah usaha awal kami yang terdiri dari empat lapisan yaitu Alkitab sebagai dasar, theologia sebagai kerangka, filsafat sebagai alat, dan budaya sebagai ladangnya. Semuanya diramu dalam Wawasan Kristen yang dikembangkan dalam theologia dan filsafat Reformasi (Reformational theology and philosophy).

Follow Us On:



Glory & Peace

CHRISTMAS MESSAGE 2015

 

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepada-Nya” Lukas 2:14

Kemuliaan dan damai berpadu. Inilah damai sejati bagi kita, manusia di bumi.

Banyak keluh kesah dan usaha keras untuk mencapai damai. “Damai” kadang baru didapat setelah mesin-mesin perang mengeluarkan asapnya. “Damai” sering kali baru terjadi ketika semua sudah hancur luluh. Keluarga sudah tercerai. Kota yang senyap setelah porak-poranda kerusuhan

Renungan Paskah 2014

Lukas 23:55-24:12

Ada tiga rangkaian sikap menanggapi kebangkitan Yesus Kristus, yaitu:
 
  1. Perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea. Mereka adalah perempuan-perempuan yang mengikuti perjalanan akhir Yesus Kristus menuju bukit Golgota untuk disalibkan.  Di antara mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. Ketika para murid terpencar, mereka tetap mengikuti Yesus dalam kesengsaraan-Nya. Kita dapat bayangkan dari ketakutan, kaget, sedih, marah, sampai akhirnya mereka tidak bisa tidak menerima apa yang mereka saksikan. Betapapun beratnya perasaan itu, mereka tetap menyaksikan detik-detik kematian Yesus di kayu salib. Namun demikian mereka pun mendengar seruan kepala pasukan yang menjaga Yesus,“Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” (Matius 27:54)

Is It Time?

New Year 2013 Message

 

The Lord said to Moses, “Speak to the Israelites and say to them:
‘I am the Lord your God. You must not do as they do in Egypt, where you used to live, and you must not do as they do in the land of Canaan, where I am bringing you. Do not follow their practices. You must obey my laws and be careful to follow my decrees. I am the Lord your God. Keep my decrees and laws, for the person who obeys them will live by them. I am the Lord.

(Leviticus 18:1-5)

Kemuliaan Allah

RENUNGAN ADVENT 2012

And suddenly there was with the angel a multitude of the heavenly host praising God and saying,

“Glory to God in the highest,
    and on earth peace among those with whom he is pleased!” -- (Luke 2:13-14)

Mengikut Yesus

 

Pergantian tahun mengingatkan kita akan sejauh mana perjalanan hidup kita sudah berlangsung. Ia tidak berbicara soal bagaimana kita hidup. Ia tidak menyediakan kertas evaluasi kehidupan kita. Ia hanya bermaksud menyatakan seberapa banyak usia hidup kita.

Namun menariknya, penanggalan tidak dapat dihitung tanpa referensi. Sejarahwan gereja mula-mula, Eusebius menanggalkan kelahiran Kristus dengan referensi kepada penciptaan langit dan bumi. Ia dapati pada tahun ke 5200. Ketika kekaisaran Romawi berkuasa, maka penanggalan dihubungkan dengan “sejak Roma berdiri” (Ab Urbe Condita).

Kelahiran Tuhan Yesus menandai penanggalan yang kita gunakan saat ini. Kita menggunakan istilah B.C. (Before Christ) dan A.D. (Anno Domini, “in the Year of the Lord”). Tradisi ini dimulai oleh Dionysius Exiguus pada sekitar tahun 533 A.D. dan disempurnakan oleh Paus Gregory yang menciptakan penanggalan Gregorian. Sedangkan penggunaan B.C. merupakan karya Isidore of Seville (570-636 A.D.).

Maka pergantian tahun bukan lagi sekedar mengukur sudah berapa lama kita hidup di dunia ini, atau sudah berapa tua-kah perjalanan sejarah umat manusia, melainkan berkaitan dengan rangkaian karya Allah di dalam Kristus atas segenap ciptaan.

Untuk itu alangkah bijaknya jika kita merenungkan kembali perjalanan langkah kita dengan langkah-langkah Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat. Langkah kita tidak semestinya diukur dengan odometer seperti mobil untuk menentukan nilainya, melainkan bagaimana posisi dan arah kita di hadapan Tuhan semesta alam.

Pages

Subscribe to Wawasan Kristen Online RSS
Go to top