Biblical Foundation
Theological Structure
Philosophical tools
Cultural Fields

Selamat Datang dan Bersekutu

Kami menyambut kehadiran bapak/ibu/sdr/sdri dengan sukacita di dalam damai sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus. Wadah ini bermula dari kerinduan menjembatani kekayaan pemikiran Kristen seperti yang nampak dalam sejarah gereja Barat dengan pergumulan gereja dan orang Kristen Indonesia di manapun berada. Dan inilah usaha awal kami yang terdiri dari empat lapisan yaitu Alkitab sebagai dasar, theologia sebagai kerangka, filsafat sebagai alat, dan budaya sebagai ladangnya. Semuanya diramu dalam Wawasan Kristen yang dikembangkan dalam theologia dan filsafat Reformasi (Reformational theology and philosophy).

Follow Us On:



Dari Melihat menjadi Menyentuh

Seri KOINONIA • 1


Kisah Para Rasul 2:42
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”

Ibu itu berasal dari SUNEM

2 Raja-Raja 4:8-20

Ada seorang perempuan di Sunem. Ia kaya dan bersuami. Apa keunikannya?

Keunikannya sekalipun ia tidak memiliki anak dari kandungannya, ia tidak gelisah. Ia berbeda dari perempuan-perempuan yang bergumul karena tidak mempunyai anak. Kita ingat pergumulan Hana. Hana bergumul karena tidak memiliki anak dari kandungannya. Ia bergumul di Bait Allah. Perempuan di Sunem tidak merasa tertekan karena persoalan itu.

Perempuan itu bernama: MIRYAM

 

Pertama kali kita bertemu dengan Miryam, ia disebut sebagai kakak perempuan Musa. Meskipun tanpa nama awalnya, Miryam bukanlah sekedar kakak perempuan. Ia adalah seorang kakak perempuan yang melakukan tindakan yang sigap dan bijak. Ia mewujudkan Amsal 31:17 tentang perempuan yang bijak: “Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.”

Ia menjadi teladan bagi kita dalam kesigapannya bertindak mewujudkan kehendak TUHAN bagi pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir.

Renungan tentang Keluarga

Dear All
Salam dalam Kristus

1. Kisah Daud dan Salomo dalam Perjanjian Lama merupakan kisah penting bagi kehidupan kita masa kini. Mengapa demikian? Oleh karena kisah kehidupan mereka bukan sekedar kisah kerajaan Israel belaka. Kisah mereka berpadu dalam karya keselamatan TUHAN bagi manusia. Itulah keunikannya.

2. Kisah mereka bukan sekedar kisah jatuh-bangunnya suatu dinasti, atau kisah intrik-intrik kerajaan dan rakyatnya. Kisah mereka adalah kisah bagaimana manusia berepon kepada TUHAN Allah Pencipta dan Penebus.

MAKNA DIRI

Calvin dalam bukunya “Institute of Christian Religion” menegaskan bahwa “hikmat kita, sebagaimana sepatutnya benar, teruji dan teguh, terdiri dari dua bagian: pengenalan akan Allah dan pengenalan diri kita sendiri.” Keduanya yaitu pengenalan akan Allah dan pengenalan diri sendiri berpadu dalam kehidupan kita berdasarkan wahyu Allah.

Pages

Subscribe to Wawasan Kristen Online RSS
Go to top